The Magic of Karimun Jawa ;)

Kompas destinasi liburan kami kali ini mengarah pada Pulau Karimun Jawa. Rencana awal, saya akan bergabung dengan kawan-kawan dari Surabaya tapi ternyata waktu libur kami tidak mempertemukan kami 😦 sehingga rencana kami berlibur gila bersama pun gagal! 

Friday 12th Oct, Five to three I packed up all my things got ready to my escape 😛 heading to Karimun Jawa within 12+6 hours ahead.

Getting there!

Kira-kira pukul 5.00, kami, Hondho-Julia-me, menempati kursi di Bus Shantika meluncur membawa kami menuju Jepara, dengan perkiraan tiba kurang lebih 8-9 jam ke depan. Bus cukup nyaman kecuali Julia yang merasa lebih kedinginan dibanding kami karena jaketnya tertinggal. (Ciaaan…) Dalam bus, kami pun bersama-sama memanjatkan doa agar Julia diberi ketabahan dan kekuatan menahan dinginnya AC selama perjalanan. 😛

Tapi kiranya siksaan datang bertubi, kali ini dari audio TV yang memutar lagu dangdut nan aduhai dengan suara yang sudah melebihi ambang batas normal dan sudah dikategorikan pencemaran udara! Diselamatkan dengan adanya selimut, Julia pun menutup kepala dan telinga. Kami semua pura-pura budeg dan tutup mata mencoba tidur. Amaaaaan…. 😉 

Sekitar pukul 3.30 kami sampai di Jepara. Karena hari masih sangat gelap, kami minta diturunkan di mesjid sekitar pelabuhan tak jauh dari terminal Jepara. Setelah shalat subuh kami pun menuju Pelabuhan Kartini dengan naik becak. Menikmati sarapan pagi di Warung Bu Diyah yang terletak di dekat pelataran parkir pelabuhan bersama para calon penumpang yang akan menyeberang ke Karimun Jawa. Jadwal pemberangkatan kapal Muria -kapal ekonomi dengan jarak tempuh 6 jam menuju Karimun- adalah pukul 9.00 am. Setelah mengambil tiket dari Pak Bambang -sesuai instruksi dari email- kami naik ke kapal untuk hunting tempat duduk pukul 7.30 dan memang cukup sulit mendapatkan bangku kosong.

Suasana kapal Muria kelas ekonomi

Setelah 6 jam kami mati gaya dengan pantat yang tercetak di kursi kotak kayak loyang dan terlampau tinggi yang bikin kaki bengkak dan cenut-cenut (Yaaaa am short that’s why!!), kami tiba di pulau Karimun Jawa. Finally!

Welcome to Karimun Jawa!

Alex The Guide!

Berdasarkan email yang saya terima dari organizer trip, kami akan dipandu oleh seorang guide bernama ALEX. Saya selalu mendapat pengalaman menarik setiap kali trip dengan jasa seorang guide, dari yang super cuek sampai yang keep in touch sampai sekarang. Hmmm…jenis apalagi kali ini yaaaa? itulah yang terbersit di benak saya.

Tak lama setelah kapal merapat, Alex the guide called, memberi tahu dimana dia bisa ditemui.

me: “Pake baju warna apa, Pak?” (memberi kesan sopan -sangat sopan- dengan memakai sebutan ‘Pak’ hehehe)

Alex: “Mmmmm…ini baju warna apa yaaa? kayaknya ijo keabu-abuan, mba’…” (?????!)

Celingak-celinguk di bangunan kantor pelabuhan tempat meeting point, ada sosok dengan warna kaos yang hampir…hampir mirip dengan yang disebutkan tapi dengan ciri-ciri yang mencurigakan! 😛 Saya memastikan dengan menelpon…dan ternyata benar dia orangnya! 

Kami saling bersalaman dan cengengesan, saya lega karena episode pencarian berakhir, sedang dia entah apa… 😛 

Dia kemudian menawarkan kami berfoto di depan gapura Selamat Datang di Karimun Jawa, dengan gaya slengekan dan cuek mengatur-atur kami. Dari sini, saya mencium gelagat wabah ‘Asep’! Jurus banyak bertanya pun saya siapkan…just in case….!

Day 1: Karimun in Brief!

Paket penginapan kami adalah rumah penduduk, so we wonder what it’s gonna be look like. 

Alex: “Mba, nginepnya di rumah emak yaa. Jangan tanya dimana emaknya dan kenapa namanya rumah emak karena rumah itu gak ada hubungannya sama emak siapapun.” (NAH LO!)

Me: “Baiklah! No problem, selama kita bisa tidur.” 

Tempatnya tampak agak serem dari luar tapi cukup nyaman di bagian dalam. Sayang sekali saya tidak mengambil foto rumahnya. ——>UPDATED

Got the pic from Julia 🙂

Me: “Mas Alex (kali ini menggunakan sebutan Mas…), berapa orang yang nginep disini?”

Alex: “Mmm…ada 3 Mba!”

Me: “Oooh…bagus deh berarti gak sepi doong.” Saya tersenyum lega.

Alex: “Iyaaa…Namanya Riri dan dua temannya.” Saya nyengir sambil siap nimpuk dia dari belakang. Dasssaaaar!

Alex menghilang sejenak dan kembali dengan membawa 2 buah mangga. Welcoming fruit àla koboy. 😀 “Mba ada mangga nih…tapi adanya cuma pisau ini.” Alex menunjukkan pisau lipatnya. (NAH LO!) “Nawarin jangan setengah-setengah, Lex…! Lanjutkan usahamu! kupasin!” Hahahaha… Dia pun pasrah memotong mangga sambil memberi instruksi cara memotong tanpa mengupas. (Rasain kita bully! Hah!)

Dan dari sini….we know we can have fun with this kinda guide! 😀

Sore itu setelah briefing -si Alex berhasil serius melakukan tugas ini- kami sepakat mencoba belajar mengapung tanpa pelampung untuk mencoba melakukan duck dive di sekitar pelabuhan. Tapi Hondho masih cemen dan berakhir dengan ‘bermesraan’ dengan bapak-bapak yang ikut nongkrong di pinggir pelabuhan dan menyemangati kami dengan tag: Relax, berpikir dan bertindak – relax, berpikir dan bertindak! (mbooh opo!!) 😀

Alex tengah memberi wejangan… wejang jahe! :p

Menikmati musik dangdut nan aduhai di alun-alun Karimun Jawa

Dan day 1 ditutup dengan kongkow-kongkow mengenal sekilas tentang Karimun Jawa. Karimun masih masuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang berarti bahasa yang mereka pakai adalah Bahasa Jawa atau Jowo. Kata KARIMUN berasal dari kremun-kremun yang berarti kabur atau samar. Diambil dari istilah yang diberikan Sunan Gn. Muria karena pulau Karimun tampak samar-samar dari arah Gn. Muria. Jumlah penduduk? Eeeer sampai saat ini narasumber kami -Alex- masih dalam tahap penghitungan. So, will be updated later 😛

Day 2: Hondho’s Shocking Experience!

Schedule: 8.00 am ready at the pier heading to Gleyang and Tanjung Gelam islands.

Jam 7.30…kami bertiga sudah siap menunggu di Gazebo samping rumah emak. Sedangkan Alex? berkelebat lari ke restoran untuk memesan makan pagi kami! Aleeeeeex…. Kami lapaaaaar! 

Bergegas kami menuju kapal dan mendapati sekelompok turis lokal dengan wajah-wajah wondering: What took you so long? kelompok gabungan kami, mereka ber-8. We were out of number! Saya pun memperkenalkan diri dan diakhiri dengan menunjuk Alex sebagai biang keterlambatan kami! 😛 

Off we go!!! Wajah yang paling berbinar adalah wajah Hondho. Ini adalah pengalaman pertama Hondho untuk ber-snorkeling. Dia memberanikan diri untuk mencoba turun. Beberapa teguk air laut yang super dooper asin memang sudah jadi syarat utama sebelum menikmati keindahan laut…hehehehe… Kesempatan ini Hondho masih belum merasa nyaman dengan semua peralatan yang melekat ditubuhnya dan masih takut, padahal dia jagonya berenang lhooooo (…di bath tub)! hehehehe…. 😛

Dan saya…masih belum berani membuka pelampung saya untuk belajar menyelam… I just wanted to see the beauty down there!

Playing with the fish

Dari dua kesempatan snorkeling hari itu, Hondho dan Alex bak kembar siam yang tak terpisahkan di laut. Hehehehe… “Aku gak iso renang…Aku wedi mbak…!” Kata Hondho. (Si Alex kita akui guide yang baik untuk urusan di laut) 🙂

Hondho kembali tak habis-habisnya bersyukur memutuskan untuk ikut ber-PIKNIK (istilah yang dipakai Hondho) ke Karimun demi mendapati Pulau Gleyang yang private dan –I would also say– cantik! indah! bersih! Ditambah lagi Alex rela kita bully untuk mengambil foto kami bertiga plus special guest, MUDI, maskot Pulau Gleyang yang renyah dan ramah…. 😉

White sand carpet ride 🙂

Plus Mudi, Maskot Pulau Gleyang

Nice shot

Loves those shots!! Way to go Alex!!! 😉 *He claimed that his brain works when his head is dipped in the sea water. Otherwise…otaknya bakal mangkal di dengkul…! hahahaha…

Disini saya baru tahu kelompok gabungan kami adalah para jurnalis media dari Yogyakarta yang sedang berlibur dengan pendamping Mba Dhianna -seorang traveler yang kemudian memutuskan untuk membuat tour travel sendiri yang berbasis di Yogya- dan Defri. Hampir semua membawa kamera pro, jadiii…..kami pun sukarela menjadi kuman foto mereka…hehehehehe 😉

Day 2: Duck Dive…! Yippiie..!!!!

 Hari ke-2, ketika snorkeling saya kebagian live vest yang kurang nyaman, Alex menyarankan saya untuk melepas live vest saya dan memakainya sebagai pegangan saja. Dan…He’s right. It’s more comfortable! 😉 Saya pun menjelajah ke bagian yang lebih dangkal dan lebih banyak terumbu karang dan ikan yang berwarna-warni sampai tiba-tiba….tatapan saya bertemu dengan sosok ikan aneh… dugongkah???! Saya pun mengangkat kepala untuk memastikan. Aiiih…!!! Ternyata Hondho! Heheehe  Dia sudah bisa keluyuran sendiri ternyata…! Well done, Hondhooo!!

Alex pun mengajak saya untuk mencoba menyelam gaya bebek aka duck diveFirst attempt… gaya bebek berontak di aer alias…Gagal! Second attempt… dapat yel-yel ‘hebat’ dari Hondho! (padahal cuma slulup sedikit doang 😛 ) setelah pertunjukkan demo dari Alex, saya pun mencoba lagi dan lagi…dan lagi..! Sampai kemudian Alex menjungkir balik kaki saya dan akhirnyaaaaa….menyerah… BUT saya yakin, next time I’ll do it better! Hehehehe…

Kafè Amore: No Bodrex, Please…!

Adalah kafè terfavorit dari satu-satunya kafè yang ada di Karimun Jawa. 😛 Di kafè ini, kami biasa mengakhiri hari-hari kami untuk sekedar makan malam dan berkumpul, mengupas kembali ketololan-ketololan sepanjang hari di laut dan kejadian-kejadian lucu lainnya. Penyajian tempat cukup nyaman, pelayanan yang ramah dan menu yang lumayan meskipun dengan lagu yang itu-itu saja. Tapiii…ada satu menu minuman yang kita wajib hindari disini yaitu segala sesuatu yang ada hubungannya dengan jeruk, mau jeruk yang dicampur atau pun jeruk solo karir, karena rasanya lebih mendekati bodrex atau supradyn ketimbang jeruk. 

What’s in My Mind??!

I really enjoyed and had fun in Karimun Jawa. What would it turn to be if only Mur-e-hum clan and the Woohoos were meet together there??! I wonder….

 This place also takes my heart for its beauty and cleanliness. The people really care about the environment. Wish that I could go back there again… someday..!

EXPENSES

Bus BSD – Jepara (Bus Shantika) Rp. 125.000 Berangkat pukul sekitar pukul 4-5 pm (tergantung kemacetan lalu-lintas)

      Jepara – BSD (Bus Bejeu) Rp. 120.000 Berangkat pukul 5 pm dari terminal Jepara sampai di Jakarta – Lebak Bulus sekita pukul 6 am. (Lebih direkomendasikan karena bus yang lebih bersih dan dilengkapi dengan wifi. Seru kaaaan..!)

Paket Super Backpacker melalui web http://www.karimunjawa-islands.info Rp. 400.000/org

Becak terminal – pelabuhan pp @Rp. 15.000/becak

           terminal – Museum Kartini pp @Rp. 15.000/becak (Untuk mengisi waktu menunggu keberangkatan bus, kami menyempatkan diri mengunjungi Museum Kartini)

Makan: Disesuaikan selera 🙂

Advertisements

14 thoughts on “The Magic of Karimun Jawa ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s