Once Upon a Time in Togian with Surprises

Felt so excited when I was asked to join in the trip!! Kompas kami -aka TJ mengarahkan perjalanan kami tetap berada di kisaran Sulawesi Tengah.

Karena perjalanan ke Togian sudah berlalu sebulan yang lalu, euphoria yang terasa agak sedikit memudar. Untuk mengingatkan dan bercerita saya tuangkan lewat foto yang berhasil saya kumpulan dari teman-teman seperjalanan saya kali ini saja yaaa..

Tapi…mungkin saya perkenalken dulu para jawara ransel kali ini. Yaaaa meskipun gak ada perbedaan dari tiap trip pelosok yang saya lakukan.

Peserta wajib tentu saja: TJ dan AndrewΒ pasangan yang berkolaborasi sebagai penentu tujuan berdasarkan keksotisan tempat plus akomodasi terjangkau (alias MURAH) πŸ˜‰ mereka juga yang merancang itinerary. Dan ditanggung hasil rembukan mereka tak mengecewakan.

Anak-anak mereka: Dori dan Vine.Β Nama yang pertama, konon punya ilmu mengecilkan barang bawaan karena dia selalu membawa backpack versi minimalis EVER! (Pengen juga berguru ke doi dalam rangka meringkaskan ukuran paha gw πŸ˜› Doriiiiiii…!!! gimme the damn spell..!!) Nama berikutnya adalah treasurer kita yang juga punya ilmu tersembunyi yang masih misterius dan jadi incaran kami-kami si kulit berminyak. Nah gimana enggak? Di kala kita semua sudah menunjukkan wajah nan licin (NOT like what you think yaaa) karna minyak yang alhasil tampil kumus-kumus bak anak alay, Vine tetap tampil dengan wajah cihuy-nya. Apalagi coba kalau gak pake ilmu ‘Wajah tak berminyak’ πŸ˜€

Berikutnya adalah Suketi dan Sule,Β mengapa nama mereka saya sandingkan? karena mereka berdua selalu tampil elegan (INI dengan arti sesungguhnya lhooo..). Hanya sajaaaa Suketi adalah ‘kutu’ kamera! Dari 100 foto, 99,99% pasti dia ada! Hahaha. Sedangkan Sule, she is a new addition to my trip… I’m adjusting πŸ˜‰

Yang terakhir adalah Jo, mengaku sebagai bulldog/herder kelompok kami.. Ya kan Jo??! Hahaaha

Daaaan….berikut adalah satu lagi pengalaman kami menelusuri daerah terpencil di timur Indonesia.

Kita mendapatkan paket Surprise dari Ulfa aka Upa. Wajah-wajah sumringah yang sudah tak sabar menerjang ombak menguak misteri gugusan Togian islands. Cuuuuus..!!

Kita mendapatkan paket Surprise dari Ulfa aka Upa. Wajah-wajah sumringah yang sudah tak sabar menerjang ombak menguak misteri gugusan Togian islands. Cuuuuus..!!

Kita menikmati makan malam ter-spekta sepanjang sejarah backpacking kita hahahaha!! Lobsters for dinner! Yummm

Kita menikmati makan malam ter-spekta sepanjang sejarah backpacking kita hahahaha!! Lobsters for dinner! Yummm!!

Note: Sebagai herder kelompok, Jo dengan tegas menolak berbagi dengan turis lain yang memandang penuh gairah dan sirik pada hidangan di meja kita! Bahkan mereka hanya rela berfoto dengan cangkang sampah kita…Hahaha..!

Leyeh-leyeh dulu.... Cheers! :P

Leyeh-leyeh dulu…. Cheers! πŸ˜›

So this is it..! Pose mati gaya kami on the way ke pulau: Ada yang gaya ngegoler, nge-headset music, ato nelungkup aja kayak sayah! πŸ˜‰

Gaya lenje kita di menit-menit awal mengarungi laut. :D

Gaya lenje kita di menit-menit awal mengarungi laut. πŸ˜€

Katupat Island - Ngaso2 setelah 4 jam berperahu dari Pulau Bomba. Disuguhi young coconut as the welcome drink.

Katupat Island – Ngaso2 setelah 4 jam berperahu dari Pulau Bomba. Disuguhi young coconut as the welcome drink.

Dan sesi berikutnyaaa.. Apalagi kalo bukan potoh2 sebelum nyemplung! Klik!

Dan sesi berikutnyaaa.. Apalagi kalo bukan potoh2 sebelum nyemplung! Klik!

Morning Tea by the beach... Cheers!!

Morning Tea by the beach… Cheers!!

Setelah dati pulau- pulau di Togian, salah satu dari kami, TJ harus berjuang mengais berlian di ladang BOSOWA di Makassar, jadi kami pun sepakat mengakhiri kebersamaan kami. (Gak rame kalo gak da lo TJ πŸ˜› )

Kami pun berpisah menjadi 2 grup: Jo, Andrew, Dori, Vine dan Sule mengarah ke Poso untuk keesokan harinya berlanjut ke Makassar dan kemudian Surabaya. Sedangkan TJ, Suketi dan Saya mengarah ke Palu untuk keesokan harinya dilanjutkan ke Balikpapan. Ini artinya kami harus menempuh perjalanan 10 jam via darat dari Ampana ke Palu. All good until sometimes before midnight we were stopped by a troop of police officers (Yes troop) because they are many of them with fully armed. Poso seperti kita tahu adalah wilayah rawan sebagai tempat persembunyian teroris. Alhasil mobil travel yang kami tumpangi pun diperiksa. TJ mendapat kehormatan diperiksa lebih detail dibanding dengan penumpang lainnya hihihihi….

Kejadian spekta lainnya adalah sesampainya kami di Palu, kami kesulitan mencari penginapan dari kelas bintang kecil sampai bintang kejora… susah bro! Kami pun akhirnya dapat penginapan seadanya at 2 pm! setelah berjam2 keleleran…untung gak dilalerin πŸ˜€ πŸ˜›

The next day in Balikpapan!

trekking di Bukit Bingkarai

trekking di Bukit Bingkarai

 

View of the top

View of the top

IMG_2993

 

Can’t wait for the next destination..!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s