Dear Alam Semesta

20140203-224455.jpg

Malam ini, seperti malam-malam kemarin, musik pengantar lelap adalah suara gemericik hujan. Syahdu karena terdengar satu satu bersahutan.
Belum juga mimpi terjelang, gemuruh angin penanda hujan lebat yang berkejaran datang… Di malam yang telah gelap, rasanya seperti… Alam yang tiba-tiba marah! Terdengar seperti ribuan sembilu yang terbang dari langit yang suaranya mengintimidasi ketika jatuh di genting..di teras..di pagar balkon.. Dan mengetuk-ngetuk kaca jendela!

Dear Semesta,
Kami sudah mendengarkan kegalauanmu lewat tangismu yang mem-bandang karena kebodohan kami menyampahi tubuhmu!
Kami sudah mengerti kerisauanmu akan ketamakan kami berfoya dari isi perutmu sehingga kau muntah!
Maaf…..

Dear Semesta,
Aku hanya satu TITIK kecil dengan janji..
Aku akan mengurangi sampah fisikku,
Aku akan bersahabat dengan lebih banyak pohon,
Mengurangi sampah plastik dengan memakai kembali,
Memakai kendaraan umum jika musim hujan reda –janji
Aku hanya satu TITIK kecil -yang akan bergerilya menyambung titik-titik kecil lain..
Janji…

Advertisements

One thought on “Dear Alam Semesta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s