JAMRUTS… !! Hmmm Apakah itu?

Agak-agak kayak nama band sih yaa.. Atau kalo ditambahin ‘khatulistiwa’ jadi familiar khan…

Jangan salah sebut yaaa… spell it correctly –> J. A. M. R. U. T. S.!

Udaaah gak usah protes, local wise spelling…. Ejaannya emang kayak gitu yang bener!! ;p

Meskipun pertama bertatap muka dengan palang nama jalan itu – eh iyaaa.. itu tuh nama jalan di pelosok daerah Jakarta Pusat- sempet kaget and ngeja keras-keras, takut keseleo aja nyebutnya…hihihi.

So, kita flashback sejenak ke beberapa jam sebelum penemuan nama kyut buat jalan di gang sekitaran Jakarta Pusat itu yaa..

Hari Senin yang cerah itu saya berencana mencari peluang untuk ‘ndusel’ (Bahasa Indonesianya apa yaa?) diantara kepadatan dan kepikukan Jakarta. Bayangin aja, penduduk Jakarta tahun 2011 aja sudah mempunyai rasio 15.381 jiwa/. Nah padahal gak semua area diperuntukkan sebagai tempat tinggal… Sekarang bakal ditambah 1 badan lagi, nyempil…’ndusel’ disana! Aaaargh!! Bayanginnya aja udah gerah saya, tapi…untuk saat ini, jalan hidup ituh yang saya pilih (diiringi soundtrack music mellow…). Mengakrabi jalanan Jakarta yang macet, kerumunan ribuan kepala yang menyeruak dari stasiun-stasiun kereta, badan-badan wanita –yang katanya mahluk yang lemah tapi kalo di gerbong kereta dengan garang merangsek tanpa kenal ampun meskipun badan sudah gepeng. Yaaa…keseharian seperti itu..! Tapi…pasti ada enaknya doong J Selain saya jadi dekat dengan kampus, bimbingan untuk tesis juga bakal gak jadi masalah, dan disana…Makanan apa aja ada! Heehheh

Diluar itu, masih belum ada lagi sih yang menjadi ketertarikan saya untuk menambahkannya di list.

Dimulai dengan menjemput dua amunisi untuk membekali pencarian saya: Agent 1 à Agnes, skill cerocosannya penting buat nanya-nanya ke pemilik kost ato nanya jalan hehehe, apalagi kalo saya udah kena migren karena beratraksi di medan perang aka jalanan macet :p

Agent 2 à Reza, skill geografi dan tata kotanya sebagai warga Jakarta perlu untuk berkelit dari jalur 3 in 1 (hmmm…padahal kita dah betiga yah? *telen gibolan)

Tapiiii…yang paling penting adalah mereka berdua dengan rela dan suka cita menemani saya menyusuri gerahnya Jakarta dan Reza puasa pula (Saya gaaaak…hehehe), berpanas-panas, bermacet-macet… (Tolong soundtrack music mellow lagi….) :p

Sebelum bertemu Reza, Agent 1 kembali membuat perhitungan yang salah… grrr… salah keluar tol berakhir dengan acara ‘piknik’ dulu di kitaran cilandak selama 45 mins –lalalalala- Hahahhaha dan Reza menanti dengan sabar dengan pohon salam ditangan, persembahan bagi nyiajeng Agnes.

Dari Pintu ke Pintu

(Kalo mo dilaguin kayak lagu oldisnya Ebiet G. Ade juga boleh looh.. :p)

Berbekal daftar alamat tempat kost yang akan kita kunjungi kami berdiskusi merunut daerah mana dulu yang harus kita datangi, eerrr lebih tepatnya Reza ngecek semua alamat dan menentukan urutan jalur kemana kita pergi, gw manggut-manggut ala boneka yang suka dipasang di mobil dan Agnes berceloteh di seat belakang tentang apa aja –you knoooow… know kan? Hehehehe karena giliran dia sebagai ‘preman’, nantiiiiii…begitu kita mendarat, dan kita didatangin preman sekaligus calo kost-an, gw langsung nyodorin Agnes, no Agnes ding yang langsung pasang jurus…balik nanya-nanya juga, diikuti oleh Reza. Gw? Kalo di darat jadi NYONYA… Meskipun di mobil berubah jadi SUPIR! 😀

Gw yang langsung ill feel mendapati harus berurusan dengan so they called –‘keamanan’ dan harus membayar sejumlah uang untuk parkir mobil di depan gang, karena memang mobil gak bisa masuk, menjadi kurang bersemangat untuk lanjut melihat tempat yang lain di sekitar area itu, yang memang banyak dan bagus, bersih dan rapi. Hanyaaa…. Ya itu..

Harapan bergantung pada satu alamat yang sangat dekat dengan tempat kerja baru gw. Rumah tua… (pasang soundtrack buat pelem serem doong)… pekarangan cukup luas tapi tampak tak terurus. Saya coba telpon sekali lagi pemilik rumah supaya yakin memang itu alamat yang kita maksud, “tunggu sebentar ya Mbak…” jawaban diujung sana. Tapi…pekarangan itu terlihat adem ayem tetep serem (rhyming!), gak ada tanda-tanda bakal ada yang muncul, trus senyum mempersilahkan masuk ataupun seringai dengan suara serak bak nenek lampir “he he he he….kalian sudah kami tunggu….” dengan pisau berikut asahannya! (Aih!!)

Kira-kira seperti itu obrolan gak penting kita bertiga gegara nunggu 5…10…15 mins… DAN! Seorang kakek dengan susah payah berjalan bungkuk tanpa senyum, menyeruak dari balik gerbang dalam melihat ke arah kita yang berjejer rapi di depan pagar. Beliau pun tertatih-tatih menghampiri dan mempersilahkan kami masuk. Perasaan saya udah kurang enak. Kami masuk melewati gerbang yang memisahkan halaman depan dengan pekarangan bagian dalam. Bentuk bangunannya mengingatkan saya pada rumah-rumah jaman Belanda seperti rumah dinas ayah saya dulu, dengan beberapa kamar bagian luar, biasanya untuk supir atau penjaga.

Kakek itu menunjuk arah kemana kami harus naik tangga menuju lantai 2 untuk menemui Ibu pemilik rumah. Baru beberapa langkah, kami dikejutkan dengan gonggongan anjing tua, yang juga tampak kurang terurus. Saya merapatkan langkah kea rah kedua teman saya, selain takut liat anjingnya juga miris…kasian liat perjuangan anjing itu yang sepertinya –dulunya gagah- berusaha keras untuk tampak garang layaknya anjing penjaga, tapii.. sudahlah..kita naik saja yaa

Di lantai 2 kami bertemu seorang Ibu tua, sederhana, lembut, dengan ramah menyambut kami dan menunjukkan kamar yang disewakan. Seperti biasa, Agnes dan Reza menunaikan tugasnya melancarkan pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan ketersediaan kamar dan lain-lainnya. Sementara saya, si Puteri Moody, interest saya langsung drop tak terhingga, dan dua teman saya itu udah pasti taunya… hehehehe.

Ketika TUHAN menunjukkan jalan terang…

…..Bagi perut kami yang tidak berpuasa!!! Hehehehe

Midday, waktunya berkabar pada Sang Pencipta langit dan Bumi menyampaikan betapa bersyukurnya kami dapat menikmati hidup yang diberikan-Nya… Iya waktunya doa dipanjatkan. Reza berdoa, shalat Dhuhur di Masjid Cut Meutiah sedangkan Agnes dan saya berdoa makan di sebrang jalan di Resto Pelangi, penyaji masakan Makassar, my favorite!!!, heaven banget gak sih! Alhamdulillah…semua orang senang! J

Selepas perut kenyang, spirit recharged, perburuan kami lanjutkan di bilangan cikini. Memasuki gang-gang sempit yang bikin stress kalo papasan dengan mobil lain dari arah yang berlawanan. Yaa dimana-mana banyak orang dan kendaraan… muyak kaliiii.. karena sempitnya jalan interest saya untuk berburu beberapa alamat di gang cikini pun melorot dan memutuskan untuk menghentikan pencarian di area itu. Guess what??!! Duo temen saya itu justru yang menyemangati… Jangan nyerah dulu Rie… (*pasang soundtrack lagu ‘Jangan Menyerah’) coba ke bagian sebelah sana. Saya nurut aja menyusuri gang lain yang lebih lebar dan agak sepi.

Terpampang ….JAMRUTS…….!!! Bwahahaahaha!!!! Kami ngakak “apaan tuuuh?!” (eeits…yang ngakak cuma Agnes dan saya loh yaa.. Reza? Adem ayem ajah! :D)

Naah!! Disana di satu gang itu kami menginspeksi beragam bentuk kamar. Dari yang masih baru dan ada di lantai 3 dan mahal pula (menurut ukuran saya yah! 2,8 jt di gang, minus listrik dan garasi? No Way!), yang agak mendingan dengan harga 1,8 jt dengan Ibu kost yang terlihat saklek (KM luar, tanpa listrik dan garasi? Hmmm dipertimbangkan kalo kepepet gak ada pilihan.) sampai yang…. Bikin Agnes bersin-bersin alergi karena debu.

Dan Agnes tumbang…! Dia mengibarkan bendera putih…minta dicariin apotek buat beli aspirin… :p

Dan saya cuma pengen mencari satu alamat lagi yang feeling saya mengatakan “this is it” . Kita pun ke Jalan Kramat, bangunan baru, jalanan yang cukup lebar dan dekat dengan jalan raya, cukup pricey, dan penunggu yang ramah.

Kepala yang rada cenat-cenut rada enteng karena akhirnya ada pilihan. Legaaaa… J

Tapi duo itu masih semangat nyari alternative lain (kagak ada matinye! )

Dari Surabaya ke Semarang!

Iyaaa berkeliling di bilangan Menteng emang berasa keliling pulau Jawa. 😀 nama-nama jalanan disana kan nama kota-kota di Jawa. Untuk kesekian kalinya alamat yang saya dapat dari Simbok Google ternyata rumah kosong atau bahkan rumah yang sudah mau rubuh!! Bahkan di Jalan Surabaya, alamat dengan no. yang kita cari gak ada.

Sementara Nyonya nunggu di belakang stir, duo agents melakukan wawancara singkat dengan para satpam yang ada di sekitar situ. Dari jauh saya mengikuti, kadang Agnes menunjuk ke satu arah seperti yang dilakukan satpam, lalu Reza melakukan hal yang sama. (Hmmm mungkin Pak satpam memberi instruksi: ikuti saya! 1..2..3.. :D) Tapi ajib loh…dari hasil gerilya mereka, kita dapat 2 tempat di Jalan Semarang. Salah satunya homey dan jadi pilihan dua gerilyawan saya itu. :p yang menurut sayaaa…Ok laah karena lingkungan rumah sepi, aman, rapi dan ramah, meskipun kamar yang ada agak tua dan harga cukup pricey.

2 Vs 1 à 2 Jalan Semarang : 1 Jalan Kramat! :p

Sudah pukul 17:00, kami harus cari posisi untuk Reza berbuka.

Reza ke Masjid dan saya tumbang….craving for panadol for my migraine! Macetnya Jakarta bikin pala saya mumet!!

Selain panadol, Agnes mengibarkan bendera perdamaian bagi semesta kami bertiga dengan mengajak wisata kuliner untuk cooling down hari melelahkan itu di Sabang….and TREAT on HER!!! Yaaaay!!!

HolyCow jadi tujuan kami…meski hanya ‘5 langkah’ tapi karena macetnya Sabang yaa kita kudu sabar aja deeeh…

Dengan tampang-tampang kucel tapi legaaa… kami mentertawakan kembali kejadian-kejadian aneh, lucu dan ajaib yang kami lewati hari itu.

Diakhiri dengan…tempat kost yang mana yang akan saya pilih???!!

Mereka siih suka yang jalan Semarang, tapi mereka nebak saya bakal pilih yang Jalan Kramat! Kalo kamu? Menurutmu saya pilih yang mana?

– Late post from last month! Miss my crowd 😦

Advertisements

2 thoughts on “JAMRUTS… !! Hmmm Apakah itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s