Jas Merah: Rasuna Said

17 Agustus: HARI KEMERDEKAAN NKRI..!

Tema Merah Putih bertebaran dimanapun mata memandang, topik tentang perjuangan para pahlawan kemerdekaan bertubi di berbagai media. Tapi ada satu kalimat yang menghentikan gerakan saya pagi ini ketika sedang rapi-rapi di ruang tamu sambil dengerin TV. 

“Saya miris, ketika banyak orang tidak tahu kalau Siapa Rasuna Said itu… Bahkan banyak yang mengira kalau beliau itu seorang laki-laki!”

Hwadduh!! Saya termasuk kalangan yang bikin pembicara di TV itu miris berarti! Eeeek!!! 😦 Sepanjang hidup saya, ketika dengar nama Rasuna Said, itu juga karena nama jalan yang dipakai di bilangan Jakarta Pusat, saya mengira kalau Rasuna Said adalah seorang laki-laki. Don’t you think the name sounds more male? 😦 (cari konco..)

Lalu saya minta maaf dalam hati -beneran- pada Bung Karno, karena Jas Merah (Jangan sekali-kali Melupakan sejarah) tidak tersandang dengan benar. Dan….sambil menunggu flight saya kembali ke Jakarta, yuk kita cari tahu siapa gerangan Rasuna Said  ini… Yang pasti beliau seorang perempuan!! 🙂

RASUNA SAID

H.R. Rasuna Said dilahirkan pada 15 September 1910, di Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten AgamSumatera Barat. Ia merupakan keturunan bangsawan Minang. Ayahnya bernama Muhamad Said, seorang saudagar Minangkabau dan bekas aktivis pergerakan. Beliau juga melakukan perjuangan untuk wanita seperti halnya Kartini, tapi media yang dipilihnya bukan hanya melalui pendidikan dalam arti mendirikan sekolah seperti halnya Kartini. Selain dalam bentuk sekolah dan mengajar, Rasuna juga masuk melalui ranah politik.

Awal perjuangan politik Rasuna Said dimulai dengan beraktifitas di Sarekat Rakyat (SR) sebagai Sekretaris cabang. Rasuna Said kemudian juga bergabung dengan Soematra Thawalib dan mendirikan Persatoean Moeslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi pada tahun 1930. Rasuna Said juga ikut mengajar di sekolah-sekolah yang didirikan PERMI dan kemudian mendirikan Sekolah Thawalib di Padang, dan memimpin Kursus Putri dan Normal Kursus di Bukittinggi. Rasuna Said sangat mahir dalam berpidato mengecam pemerintahan Belanda. Rasuna Said juga tercatat sebagai wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict, yaitu hukum kolonial Belanda yang menyatakan bahwa siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang Belanda.

Rasuna Said sempat di tangkap bersama teman seperjuangannya Rasimah Ismail, dan dipenjara pada tahun 1932 di Semarang. Setelah keluar dari penjara, Rasuna Said meneruskan pendidikannya di Islamic College pimpinan KH Mochtar Jahja dan Dr Kusuma Atmaja.

Rasuna Said dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam. Pada tahun 1935 Rasuna menjadi pemimpin redaksi di sebuah majalah, Raya. Majalah ini dikenal radikal, bahkan tercatat menjadi tonggak perlawanan di Sumatera Barat. 

Setelah kemerdekaan Indonesia, Rasuna Said aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Rasuna Said duduk dalam Dewan Perwakilan Sumatera mewakili daerah Sumatera Barat setelah Proklamasi Kemerdekaan. Ia diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS), kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sampai akhir hayatnya, 2 November 1965 di Jakarta. H.R. Rasuna Said meninggalkan seorang putri (Auda Zaschkya Duski) dan 6 cucu (Kurnia Tiara Agusta, Anugerah Mutia Rusda, Moh. Ibrahim, Moh. Yusuf, Rommel Abdillah dan Natasha Quratul’Ain).

Rasuna Said diangkat sebagai salah satu Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.

Namanya sekarang diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Rasuna_Said 

Advertisements

4 thoughts on “Jas Merah: Rasuna Said

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s