Pulau Seram yang Ramah

DSCN0689 DSCN0753

Jurnal perjalanan ini sudah basi sebenarnya, ibarat nasi mungkin bukan lagi menjadi bubur tapi sudah berubah bentuk jadi nasi aking atau bahkan rengginang!! Tumpukan tugas kuliah dan kerjaan terlalu galak dan otoriter mengatur kiblat ketikan laptop saya :p

Howeva…I somehow can escape from them for awhile today! So here I am…

Tujuan sharing perjalanan disini bukan semata agar saya gak lupa tempat, pengalaman, kejadian-kejadian dari yang gila serunya sampai yang gila menyedihkannya bahkan gila menyebalkannya, tapi juga ingin meramaikan pilihan bacaan ketika seseorang¬†googling tentang Indonesia. Yes! simply because I love Indonesia!! Loves all its curves and all its edges, all its perfects imperfections! ūüėČ

Nah! tempat berikut ini adalah salah satu ikon kesempurnaan alam Indonesia! Ambon!! The city of music…tagline itu yang kami jumpai tak jauh dari Bandara Pattimura, terpampang besar pada tembok di bahu jalan dibibir pantai yang kami susuri selama kurang lebih 30 menit menuju pusat kota. Beruntung kami tidak menuruti usulan abang-abang ojek di bandara yang bilang, “Tidak jauh itu di jembatan sana, banyak kendaraan ke kota, hanya 1 km saja.”¬†Normally, 1 km memang tidak jauh, tapi siang yang terik dan beban carrier tentu saja membuat usulan tadi jadi terdengar bagai siksaan. :p Kami pun memutuskan untuk menyewa 1 angkot dengan harga 250K (kalau tidak salah, mungkin nanti kalau dibaca sie bendahara akan dikonfirmasi heehehe).¬†

Anywaaaay…. Jangan nyari nyari referensi expense perjalanan, di blog ini yah..hehehe¬†

Ambon Manise

Formasi Trip kali ini: belakang ki-ka: TJ dan Andrew, Tengah ki-ka: Dian, Jo dan Vine Depan ki-ka: Dori, Me dan Keket

They are only¬†TWO¬†main points I want to share. First, Ambon adalah kota yang ramah. Friendly in term of hospitality of the people. Ketika kita mencari informasi bagaimana kita ke suatu tempat berdasarkan referensi yang kita baca, orang setempat yang kita tanyai selalu kemudian menunjukkan arah, lalu menyetop angkot yang harus kita naiki dan sekaligus berpesan pada sopir dimana harus menurunkan kami! Kali lain kami bahkan diseberangkan dengan tatapan khawatir kami mengambil arah yang salah… ini mungkin dipengaruhi pajangan tampang-tampang kucel dan tatapan penuh tanya hahahha!! Keramahan warga Ambon gak ada apa-apanya dengan suguhan kekerabatan yang ditawarkan warga Pulau Seram atau tepatnya di Kampung Sawai. Meskipupn namanya ‘seram’ tapi penduduk disana adalah yang teramah yang pernah saya temui.¬†

Secondly, Makanan disana enak-enak!!! bahkan makanan pinggir jalan (kan bekpekeeer….makannya juga ngemper ;p) yang cumi sebiji bisa sepiring luber¬†and¬†dimakan bedua tetep gak mampu ngabisin! sampe ikan bakar dimasak entah apa…yang pasti ludes dalam sekejap mate!! HAHA..

Thirdly, the view is freakin’ awesome of course!! Simak nih.. cuplikan hasil jepretan-jepretan ane dkk..

Pattimura Airport, Ambon

As we reached Pattimura Airport, Ambon ūüėÄ

Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Kampung Sawai, Ambon

Pesta Perayaan Maulid NabiMuhammad SAW. Penduduk Kampung Sawai membuat kolak durian. Kampung Sawai adalah penghasil durian bagi Ambon dan sekitarnya. Kami disambut dan diundang untuk menghadiri acara selamatan malam itu. So sweet….

Pada saat kami kesana kebetulan bertepatan dengan musim durian runtuh. Yup! You read it right! Literally! Biasanya kan cuma dengar kata-kata ini dalam kiasan yaaa… Tapi tidak kali ini, ketika kami diberitahu bahwa durian yang mereka ‘panen’ berasal dari hutan, kami tidak mengira cara me’manen’nya adalah denga menunggu buah itu runtuh! Dan bahwa pohon-pohon itu tumbuh liar di hutan dan merupakan milik bersama warga desa IS interesting. Pemilik buah adalah siapapun yang menemukan atau yang sudah terlebih dahulu ‘ngapelin’ pohon duriannya. Kami beberapa kali sempat hampir terkena runtuhan buah berduri itu (nyaris bonyok kepala kita :P) selama kami trekking di hutan.

Peaceful spot - uphill

Berada di atas bukit, menjelang Maghrib. Bercengkrama sambil mendengarkan ceramah dari kampung di bawah kami yang terdengar sayup-sayup.

DSCN0705

Menyusuri muara sungai… Hunting buaya yang lagi bejemur…

DSCN0719

Berkunjung ke pembuatan sagu di tepi sungai. Sooo goooeeey! :p

DSCN0897

Memasuki Hutan konservasi Manusela

DSCN0910 DSCN0920 DSCN0942 DSCN0982

Saat Berpisah

Paling kiri: bersama Bung Fabio, salah seorang guide yang banyak bercerita tentang kultur dan tradisi penduduk Sawai. Seorang kawan di tanah asing yang menjadikan kami saudara setanah air… I..N..D..O..N..E..S..I..A!

ngasoooo

Para Pendekar katanyaaah… ;p Setelah trekking session naik bukit, masuk gua, turun bukit, keluar hutan, lalu berjalan kurang lebih 20km… kayak gitu deh penampakannya!! HAhaha

IMG_8980

No meal time without durian!!! Ha!

IMG_8860

Durian Party timeeee!!! Nom…nom…nom…

Rie-

SAMPAI JUMPA in the next FRAME!!! Hasta La Vista!!

Weekly Photo Challenge: GREEN

Kaki Gn. Bunder – Bogor

Garden

Fresh…Fresh…and Fresh!

Hot Spring – Bogor

Balance

These pictures were taken in my last trip with some friends. It was just a one-night weekend trip in Bogor. The theme for this weekly photo challenge:GREEN coincidently suits my last trip pictures, so I shared.

These pictures represent my GREEN idea. Green represents the nature, plants, freshness to the air to the weather. Green represent the water supply for the living. Green is maintained to preserve the balance of life.

GREEN = LIFE