Vietnam Selatan – Ho Chi Minh City

Berbekal panduan dari buku Backpacker, kami berdua (Lenny dan saya) mencoba menelusuri negeri asal prajurit Viet Cong.

Reference Book

Reference Book

Selama 5 hari disana banyak pengalaman menarik yang saya dapatkan. Pengalaman kali ini lebih membawa saya pada dimensi waktu berbeda untuk mengais cerita sejarah dari negeri yang ‘belum’ lama terbebas dari negara lain -Amerika Serikat- Tapi saya tidak akan melakukan pemihakan disini. Selain karena versi yang saya terima adalah hanya dari pihak Vietnam, saya juga tidah cukup pengetahuan untuk melakukan itu. Anyway, inti dari sejarah perang dimana pun itu adalah hanya satu: kedua belah pihak menderita!

Kalau sejarah dan budaya adalah satu dari tujuan perjalanan kamu, Ho Chi Minh City merupakan tempat  yang bisa memberikan banyak cerita tentang masa lalu dengan kultur budaya yang masih dengan mudah kita jumpai disana: baju tradisional, alat transportasi, karya seni, bangunan tua, dll.

TOURS

Hari pertama sesampainya kami di Vietnam, kami hunting tur untuk berkunjung ke tempat-tempat yang direferensikan dalam buku.

Kami pun membeli beberapa tur yang kami sesuaikan dengan berapa lama kami disana.

1. Mekong Delta – My Tho

Tur 1 hari dimulai dari pukul 8.10 sampai pukul 6 sore kembali di Ho Chi Minh City. Kegiatannya dimulai dengan mengunjungi Temple The Laughing Buddha dan dilanjutkan dengan menyusuri sungai Mekong yang meerupakan salah satu sungai terpanjang di dunia. Urutan terpanjangnya yang keberapa jangan ditanya yaaa… Udah lupa! Hehehe… Itu juga tau dari guide kita yang tak henti-hentinya nyeroscos sepanjang perjalanan. 😛 Kita tiba di My Tho mencicipi berbagai jajanan yang semuanya terbuat dari kelapa. Ow dan juga wine coconut… Yup! Dari coconut! Sempat mencicipi dan rasanya seperti esen virgin oil beralkohol! Saya siih kurang suka, pahitnya berasa eeek! Kemudian kita makan siang dan ngaso sebentar dengan pilihan: leyeh-leyeh di hammock atau bersepeda di pesisir pulau. Saya: leyeh-leyeh di hammock ajah! hehehe… Selanjutnya menyusuri pinggiran perkampungan melewati sungai sempit dengan perahu kecil. Sesampainya di ujung pulau kita disuguhi beberapa iris buah tropis: nenas, buah naga, sawo, mangga, dll. Kita juga mengunjungi peternakan lebah. Disana kita mencicipi (karena memang cuma sedikit :P) madu dan bee pollen, berikut berfoto dengan si pembuat madu! 😉

Don't drop it!! Or else...

Don’t drop it!! Or else…

Nah, kalau kamu ingin menikmati pasar terapung dan mencoba bertransaksi, ikutlah paket tur untuk 2 hari. Paket tur yang saya jalani tidak termasuk menikmati sensasi berbelanja sambil doyong-doyong 😛

2. Cu Chi Tunnel

Tur yang ini menyajikan, seperti judulnya, terowongan peninggalan masa perang Vietnam dan berbagai macam senjata dan jebakan yang digunakan ketika masa itu. Sebelum ke Cu Chi Tunnel, kami mengunjungi pabrik pembuatan lukisan dari kulit telur. Yang istimewa adalah para pengrajin atau pembuat lukisan itu adalah penyandang cacat, entah itu korban perang atau cacat bawaan, saya kurang jelas. Dalam tur ini, guide-nya kurang informatif dan pecicilan kemana-mana jadi sulit untuk bertanya lebih lanjut. Waktu yang dibutuhkan setengah hari saja. Pukul 2.30 kami sudah kembali ke kota Ho Chi Minh.

A very narrow tunnel, fit only a man-sized.

A very narrow tunnel, fit only a man-sized.

DSC_0427

3. Monkey Island

CANCELLED –> Due To low water level so we couldn’t cross the river by boat which is the only way (I assumed).

The City

It was very humid. I think the humidity was more than in Jakarta or Tangerang where I live. We visited  some museum in the city:

Some USA aeroplane in Remnants War Museum

Some USA aeroplane in Remnants War Museum

Alat Pancung bagi tahanan perang!

Alat Pancung bagi tahanan perang!

'kandang' untuk menyekap tahanan perang

‘kandang’ untuk menyekap tahanan perang

Ho Chi Minh City Museum

Ho Chi Minh City Museum

Reunification Palace

Reunification Palace

Ben Tanh Market

Untuk destinasi yang terakhir ini, saya pribadi tidak merekomendasikan untuk berbelanja disini kecuali kamu adalah penawar yang handal (I’m NOT :P). Jika tidak, kamu bersiap kecewa aja mendapati kenyataan setelah berbangga karena berhasil membeli barang di Ben Tanh dengan 1/2 harga yang ditawarkan (dengan melancarkan segala trik menawar dari cara sok cuek sampai memelas mengaku tak punya uang) tapi ternyata harga di toko-toko daerah Pham Ngu Lao lebih murah dari harga yang kita beli bahkan sampai 1/2 harga dari yang kita beli. Kebanggaan sebagai pemenang dalam pertempuran harga langsung terjun bebas…TERHINA.. ;(

Hahahaha merasa terbodohi!

The Food

Pho alias mie berkuah dengan asesoris berbagai macam daging sesuai pilihan sebagai pelengkap (beef/chicken/pork) dan beberapa macam dedaunan yang memberi aroma khas. Saya suka sensasi rasa baru yang ditawarkan dari Pho ini. Beda dan segar! Wajib dicoba yaa! Di jalanan banyak dijual sandwich ala Perancis….tapiiii jangan tanya yaaa.. karena saya belum punya nyali mencoba berbagai macam daging yang jadi opsi hehehehe…

Bagi kalian yang tidak boleh makan daging babi -seperti saya- harus rajin-rajin memastikan apakah menu yang kita akan pesan terdapat daging babi atau tidak. Kalau mau gak ribet yaaa tinggal pilih menu vegetarian atau Indian atau Malay. Harga makanan relatif murah dibanding Jakarta.

The People

Penduduk Vietnam umumnya ramah-ramah tapi yang lebih menyenangkan lagi adalah mereka tidak diskrimanatif. Saya SUKA! 😉

Sebagian besar dari mereka tidak dapat berbahasa Inggris tapiii….kalau untuk sekedar memberi informasi arah jalan, jangan khawatir…bahasa tubuh masih mumpuni sampai ke tempat yang kita tuju.

At the end… Saya ada beberapa TIPS kalian ingin berkunjung ke Ho Chi Minh. Ini hanya sekedar berdasarkan pengalaman saja.

– Distric 1 adalah tempat central bagi para turis jadi banyak hotel dan hostel ‘berserakan’ disana dengan harga yang sangat terjangkau. Pun banyak tempat tujuan turis (museum dll) yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki

– Menyeberang jalan: menyebrang jalan disini memerlukan nyali lebih karena kendaraan datang dari segala arah. Meskipun aturannya kendaraan berjalan di sisi kanan, tapi ketika menyeberang, harus tetap awas kanan-kiri DAN keep walking! JAngan membuat gerakan maju mundur karena mereka -pengendara motor- yang akan meliuk-liuk mencari jalan 😛

– Gunakan taksi Vina Sun. Taksi ini menggunakan argo meter (dari yang saya baca ada beberapa taksi yang tidak mau pakai meter) dan mau menerima penumpang meskipun jarak dekat. DAN sudah pasti pasti jauh lebih murah dari pada taksi di negara saya -Indonesia- 😦

– Membandingkan beberapa tour agent untuk tour yang akan kalian pakai akan bijaksana sekali. Beda-beda sedikit kan lumayaaaan (prinsip backpackers:MURAH!) heehehehe

Hmmmmm apalagi yaahh?

Ini yang penting: OPEN MINDED and BE POSITIVE and HAVE FUN!!!!!

SELAMAT ANGKAT RANSEL…!

Tante (tidak Girang tapi) Senang!

Tante 1

Jangan berpikir seperti yang ingin kalian pikirkan ketika membaca title di atas yaaah! Meskipun pikiran nyleneh dari kata ‘tante’ itu  yang bikin saya geli ketika mendengar panggilan itu dari seorang lelaki muda. Eiiitz!! Hold that thought….

Jadi…Alkisah kami bertiga: Lenny, Julia dan mahluk manis ini sedang ber-Friday night di salah satu mall di daerah Karawaci, Tangerang tak begitu jauh dari dimana kami tinggal, dengan hidden agenda saya dan Lenny hendak membeli sepatu. Tak diragukan lagi…Demi melihat box-box dengan tulisan DISKON 50%, DISKON 70% dan persen-persen yang lain, dengan senyum berpagar-kawatnya, Lenny terhipnotis meniti setiap box dengan tag DISKON dan tentu saja saya mengekor dengan tak kalah galak mengudak-aduk isinya. Ditengah keasyikan saya memilah milih warna di satu konter favorit saya, tiba-tiba terdengar sapaan manis, “Mau warna apa, Tante? Dicoba aja Tante..” dari mas-mas pramuniaga berondong yang sedang berjaga.

Ini bukan pertama kali saya mendapat panggilan Tante tapi aneh saja rasanya. Saya lebih bisa mengerti kalau saya dipanggil dengan sebutan Ibu/Bu karena itu lebih lazim selain sebutan favorit ‘kakak’ dari ‘adek-adek’ saya yang tersebar di seantero konter-konter mal… Yea ya ya plead guilty that I’m OLD (puas?!)

Nah! yang bikin telinga saya gerah adalah dalam setiap akhir kalimat si mas-mas pramuniaga berondong ini selalu menyelipkan kata-kata TANTE. Risih kan??!

“Wah kalau yang warna ini gak ada size XSnya, TANTE..”

“Kalau jeans pendek, gak ada TANTE… Adanya yang kain polos aja TANTE…”

Saya pun memutuskan untuk hanya membeli satu piece untuk menyudahi drama yang berkecamuk di otak saya.

“Mari bayar di sebelah sini TANTE… Saya antar ke sana TANTE..” (Aaaaaaarghhh!)

Julia yang mengekor di belakang saya sudah mengeluarkan suara curut mencicit-cicit, cekikikan karena geli.

Sambil menyerahkan bungkusan barang saya, mas-mas berondong pramuniaga sedikit membungkuk, “Terimakasih, TANTE!” sambil tersenyum manis (tapi bikin mata saya sepet!)

Saya jawab, “Baiklah…TANTE pulang dulu yaah!” sedikit membungkuk dan seulas senyum yang tentu saja jauuuuh lebih manis! 😀

Julia?? Ngakak!

Dan……

Entah karma siapa yang tengah saling mempengaruhi…. dalam perjalanan menuju pintu keluar, kami harus ber-déjà vu melewati konter mas-mas berondong itu lagi. Kalau ada pertanyaan kenapa harus melewati rute yang sama dan bukan menikmati pemandangan aisle di sisi lain, jawabannya adalah karena kami ber-3 adalah 3 Praja Muda Karana alias Pramuka yang agar tidak tersesat, kami meninggalkan jejak (berupa adukan tangan lincah kami di box berlabel diskon!) dan menyusuri kembali untuk mencari jalan pulang dari tempat yang kami anggap adalah HUTANnya perkotaan. 😀 We are just seasonal shopper 😛

Karena jemari Lenny kemudian memutuskan untuk berkarya kembali mengudak-aduk isi box di konter sang mas-mas pramuniaga berondong, saya dan Julia menunggu di dekat salah satu box sambil mengobrol -dengan normal. Dan beberapa menit kemudian dari ujung mata saya melihat satu sosok lelaki berondong menghampiri….

“Mari silahkaaaan….” kata-katanya terpotong disitu sedetik setelah kami berdua menoleh dan berikut reaksi kami:

MPB (Mas-mas Pramuniaga Berondong): “Eeeh TANTE…!”

2 Tante: Hwahahahahhahahahaha! (Ih udah tante2 kok ngakak sembarangan! We didn’t care!)

Dan pada sekitar 20 menit berikutnya telinga kami kembali digelitik dengan kata-kata TANTE!! 😀

Jadi….

Jelas kan….Tante bukan tante girang Hahahaha….tapi hari itu tante SENANG sekali karena sudah menemukan dan jatuh cinta pada sneakers berwarna biru yang siap menemani tante mencari cerita selanjutnya -Insya Allah di alam pegunungan-

Tunggu cerita berikutnya yaaaa

Seasonal shoppers

Tante 2: Driver kita di season kali ini!