Dialog Pasar Malam

Aku butuh tanganmu, ujarmu
Untuk apa?
Untuk menggenggamku, aku terlampau letih..
Lalu kuberikan keduanya
Dengan ragu…

Tanganku rapuh, ujarku
Mengapa?
Mereka pernah menggenggam terlalu erat
Lalu kau sodorkan tanganmu
Kusambut…ragu

Dan saling menggenggam

berbagi tanpa tujuan

hanya sebatas dialog pasar malam

melewati tiap episode permainan

berbagi tanpa tujuan

-hanya sebatas menikmati pasar malam

 

————————————–PoemPoet——————————-

Advertisements

Still I Rise

In Memoriam of Maya Angelou. She passed away today in her 86. RIP…

One of my fav poems of hers:
Still I Rise

You may write me down in history

With your bitter, twisted lies,

You may trod me in the very dirt

But still, like dust, I’ll rise.

Does my sassiness upset you?

Why are you beset with gloom?

‘Cause I walk like I’ve got oil wells

Pumping in my living room.

Just like moons and like suns,

With the certainty of tides,

Just like hopes springing high,

Still I’ll rise.

Did you want to see me broken?

Bowed head and lowered eyes?

Shoulders falling down like teardrops,

Weakened by my soulful cries?

Does my haughtiness offend you?

Don’t you take it awful hard

‘Cause I laugh like I’ve got gold mines

Diggin’ in my own backyard.

You may shoot me with your words,

You may cut me with your eyes,

You may kill me with your hatefulness,

But still, like air,

I’ll rise.

Does my sexiness upset you?

Does it come as a surprise

That I dance like I’ve got diamonds

At the meeting of my thighs?

Out of the huts of history’s shame

I rise

Up from a past that’s rooted in pain

I rise I’m a black ocean, leaping and wide,

Welling and swelling I bear in the tide.

Leaving behind nights of terror and fear

I rise

Into a daybreak that’s wondrously clear

I rise

Bringing the gifts that my ancestors gave,

I am the dream and the hope of the slave.

I rise

I rise

I rise.

View on Path

Suatu Ketika…

20130119-113213 AM.jpg

Suatu Ketika

Suatu Ketika…
Bulan tampak bulat, sempurna
Memercikkan api-api kecil
Aaah, bukan.. Itu bintang! Ya, itu bintang!
Malamku… Terang!
Aku Suka!!

Suatu Ketika…
Matahari tampak cerah, mempesona
Mengiringi langkahku
Menikmati bukit, padang rumput, gunung Dan lautan!
Siangku… Tak pernah mati!
Aku Suka!

Bulan menawarkan banyak filosofi
Penuh misteri
Bak fatamorgana di malam hari,
Yang kadang membuatku bungkam
Dan, berpaling pergi…
Kemungkinan yang tak mungkin
Diantara
Ketidakmungkinan yang mungkin…
Aaah..aku pergi..

Matahari tampak nyata Dan indah
Dengannya mudah kutata rangkaian mosaic
Yang kutangkap satu per satu
Diantara
Beribu keping yang berserak.
Aaah… Tapi bentuk apa itu??!!
Tak bernyawa…
Tak Ada nyawa..!!!

Suatu Ketika…
Aku berada di satu waktu….

20130119-113255 AM.jpg

20130119-113322 AM.jpg

Simplicity

20130112-100817 PM.jpg

I’m not posting the picture under a certain religion. Just taking the wisdom it offers which represent how the life works. Our days are ‘built’ by all of our action and…COMPASSION toward others..
Ini adalah satu pemikiran sederhana yang tidak sama sekali baru…yang juga tidak akan saya akui sebagai milik saya.
Tapi seperti banyak hal dalam hidup ini yang perlu untuk selalu diutarakan.. Bukan untuk mengajari… Bukan untuk menasehati… Namun hanya untuk berbagi.
Meskipun kemudian mengundang kata ‘tidak’ dalam ke’iya’an yang tersampaikan.
Dan itu wajar..manusiawi. 🙂

KALI INI..
Saya akan hentikan sampai disini. Hanya sejauh ini saja. Saya tak kuasa bertutur.. Ketika langkah masih kerap berhianat pada kebaikan. Hanya sepenggal ini yang bisa kukatakan: kau adalah peringai Dan hatimu!

Dan KALI INI
Waktu adalah hadiah terbesar..
Untuk senyummu hari ini
Saja.
Atau dengan senyum nya…nya…dan nya
Yang terbalut senyummu di kemudian?
Terserah kamu saja..
Buat karmamu..
Kan kujalin karmaku..in simplicity

Kan kututur lagi,
LAIN KALI.

Penggerak Hati

Penggerak Hati

Ribuan waktu tlah bergulir….musim bersilih ganti
Tak bergeming..
Pusaran benci dan perih melemparku ke sudut ruang tergelap
Dan kemudian teronggok disana…mati suri!
Hanya tubuhku yang bergentayangan…
Meraih sinar yang tergapai
‘Tuk memberi denyut dan senggalan nafas pada hari yang terjalani.

Dalam kematiansuri…
Setiap keping hatiku menanti ‘tuk terbangun….Kelak!

Ketika engkau mengulurkan nafas dan jiwa
Yang dahulu terpenggal
Dan kini tlah bertunas…

Dan mampukah akan bertumbuh….?
Hanya pada Yakinmu…

Rie- Aug11.2010

20120710-111040 AM.jpg